Jumat, 21 Februari 2014

POHON KELAPA CABANG ENAM.....





GUNUNGKIDUL- (INFORMASI JOGJA). Lagi-lagi fenomena alam yang cukup aneh terjadi di tanah yang terkenal gerrang dan sulit air ini.Mungkin sebuah pohon kelapa dapat bercabang ?..Jika secara normal dan pada umumnya  jelas hal ini tidak mungkin, tapi ini benar-benar terjadi bahkan pohon kelapa aneh ini memiliki enam buah cabang.Sekilas bila kita perhatikan hampir keseluruhan bentuk pohon kelapa ini  sama dengan pohon kelapa lainya,terlihat dari kulit pohonya,daunya bahkan buahnya.Yang terlihat sangat tidak wajar  adalah batangnya yang bercabang hingga enam dan  tumbuh seperti batang pohon mangga, jambu, rambutan atau pohon bercabang lainnya.
     Sebenarnya pohon kelapa ini sudah tumbuh kurang lebih 30 tahun, namun informasi ini tidak begitu di heboh-hebohkan karena memang beragam pandangan masyarakat setempat menyikapi fenomena yang unik itu. Ada sebagian yang menganggap bahwa hal itu biasa saja, hanya sebuah kelainan genetik yang di alami oleh pohon kelapa tersebut, namun ada juga sebagian masyarakat yang lebih suka menghubung-hubungkannya dengan hal-hal yang berbau mistik . 
     Ada yang mengatakan setiap pertumbuhan  cabang baru pohon kelapa itu menandakan adanya pergantian presiden Republik Indonesia. Cerita tersebut hanya di tanggapi dengan senyum kecil oleh cucu dari pemilik pohon kelapa yang juga sekarang sebagai kepala dukuh Pring Wuluh di desa tersebut. Menurut beliau pohon kelapa itu sudah ada sejak jaman kakeknya dulu dan beliau tau persis bagaimana ceritanya hingga pohon kelapa ini bercabang enam. 
     Beliau juga tidak pernah merasa da hal-hal aneh berbau mistik yang berkaitan dengan pohon kelapaitu. “saya tidak merasakan hal-hal aneh apapun tentang pohon kelapa ini”, ungkapnya ketika ditanya wartawan media Informasi jogja ini dikediamanya.
     Banyak warga sekitar bahkan dari luar kota yang berdatangan unutuk menyaksikan keanehan pohon kelapa tersebut. Ada beberapa pengunjung yang meyakini bahwa buiah kelapa dari pohon tersebut memiliki khasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit dan mereka tidak segan-segan memberikan uang Rp.50.000,- sebagai mahar untuk mendapatkan 1 buah kelapa. ( ady/adh )

DESA MISKIN DAN TANDUS YANG MAMPU BERBICARA DI TINGKAT NASIONAL




GUNUNGKIDUL (INFORMASI JOGJA) - Siapa sangka desa yang jaraknya agak jauh dari kota bahkan desa desa yang tandus dan terkenal susah air ini ternyata mampu bersaing dengan desa-desa yang lain di propinsi DI Yogyakarta  khususnya dan Indonesia pada umumnya. 
    Desa yang masyarakatnya mayoritas petani dan buruh harian lepas (BHL) ini sejak lama terkenal dengan kemiskinanya  namun sejak tahun 2009 dan karena perpaduan dua semangat jadi satu  maka terwujudlah desa yang tak lagi dianggap desa tertinggal. Dua semangat yang dimaksud adalah pemerintah dan masyarakat, karena tanpa dua perpaduan tersebut mustahil desa yang terkenal tandus itu akan menjadi juara II tingkat nasional dan juga telah menjadi juara I tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi. 
    Desa Hargosari kecamatan Tanjungsari kabupaten Gunungkidul yang lebih dikenal dengan sebutan desa Menthel sejak berpisah dari kecamatan Tepus desa Hargosari banyak mengalami kemajuan, dari pembangunan infrastruktur, ekonomi, budaya dan lain-lain. Maka tidak mengherankan bila desa yang terdiri dari 9 padukuhan 9 RW dan 60 RT, memiliki 1355 KK dan 5350 jiwa ini menjadi juara II tingkat nasional. Kebersihan itu tidak lepas dari peran serta semua pihak yang didasari persatuan dan kesatuan seiring sejalan antara pemerintah desa dan masyarakat, itulah salah satu kunci keberhasilan desa Hargosari, kecamatan Tanjungsari, kabupaten Gunungkidul seperti yang dipaparkan panjang lebar oleh kepala desa Hargosari Bapak Subardi Kaur Perencanaan, dan pembangunan bapak Wagiyo. 
    Sebagai salah satu bukti bahwa keberhasilan desa Hargosari menjadi juara II tingkat nasional,pemerintah desa Hargosari melalui dua perangkat desanya saat menemani wartawan media Informasi jogja ini keliling melihat pembangunan infrastruktur yang telah di bangun hasil kerjasama masyarakat dan pemerintah.Diantaranya pembangunan gedung paud, pasar, jalan, dan juga usaha-usaha industri kecil yang ada didesa Hargosari, maka sudah  sepantasnya apabila desa Hargosari mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat sebagai juara II lomba desa tahun 2010 tingkat nasional. ( ady/adh )


Kamis, 20 Februari 2014

       (Informasijogja)-Sosrowijayan merupakan kampung turis yang terletak di pusat kota Yogyakarta, kampung sosrowijayan atau yang lebih dikenal dengan Kampung Internasional, merupakan sebuah kampung yang berada tepat di sebelah barat jalan malioboro, dan berada di sebelah selatan Stasiun Tugu (stasiun Kereta Api Besar Yogyakarta).
       kampung ini menawarkan penginapan terjangkau . Sebagai kampung turis, tentu di Sosrowijayan juga terdapat penginapan. Penginapan di kampung ini lebih menyatu dengan penduduk karena kebanyakan terletak di gang.salah satu penginapan yang menawarkan  sewa kamar dengan harga terjangkau dan nyaman adalah Hotel Sakura.
       Hotel yang berada di dalam gang kampung ini,mampu menyuguhkan beberapa fasilitas  yang  tidak kalah dengan hotel-hotel berbintang pada umumnya.Selain ada 13 kamar yg meliputi (economy room,standard,deluxe,superior),Tempat hotel sakura juga strategis.Jika Anda berjalan kaki 2 menit ke timur, maka anda akan sampai di pusat perbelanjaan Kota Jogja, yaitu Malioboro.
       Hotel sakura juga sering digunakan bagi backpacker manca maupun domestik, yang ingin menikmati liburan dengan harga miring. Selain tempatnya yang strategis dan penginapan yang murah, keramahan warga sosrowijayan juga menjadi daya tarik bagi wisatawan asing dan lokal.setiap weekend atau masa liburan,hotel sakura selalu ramai wisatawan.(nov)

CANDI ,, UNTOROYONO,, KALANGAN REGENERASI



(Informasijogja) Denpasar Bali - Tanah  yang ditempati bangunan Candi tersebut dulunya merupakan sebuah tempat yang masyarakat bilang tanah ,,Jalmo moro Jalmo mati,, yang artinya  tanah itu jangan di anggap enteng masalah  kengkeran dan gawatnya lokasi , jangankan manusia yang berani mencoba mendirikan bangunan rumah disitu, sedangkan hewan yang memakan rerumputan yang tumbuh dilokasi itu pasti akan mati, jadi tanah tersebut benar benar tidak ada yang berani menjadikan hak milik  seseorang
Yang menjadi pertanyaan  :  kenapa sekarang sudah berdiri megah sebuah bangunan Candi ….??
Jawabnya terlalu panjang , karena dalam proses pembuatan bangunan nya pun harus melewati beberapa rithual rithual yang memakan waktu yang lama , itupun tidak sembarang orang dapat melakukannya,karena munculnya rasa ragu karena takut nanti akan mendapatkan marah dari yang menempati dan yang menguasai lokasi tanah itu, mati adalah sebah kata akhir yang diterima oleh siapa yang wani wani  melakukan tirakat di situ, semua itu akan terjadi secara tidak kasab mata [Ghoib],
Benar bangunan Candi itu sudah berdiri megah di atas tanah perbatasan kepemilikan nya antara Desa Kalangan dengan Desa Karang wungu, tapi tanah dan bangunan Candinya masih masuk hak Desa Kalangan, Cuma bangunan Candi tersebut berdekatan dengan perumahan warga Desa Karang wungu, jadi semua itu Kalangan lah yang berhak memiliki sebuah ASSET bertaraf internasional itu, kenapa begitu……….. karena pelopor dan pelaku segalanya terfokus dari luar jawa dan luar negeri
Lantas siapa saja yang menjadi tokoh dalam kronologis berdirinya sebuah Candi itu…??
PANDITA EMPU NABE REKA DARMIKA SANDHI YASA……  Griya Kertasari, Banjar Kayumas Kaya, jalan Winda No : 5  Denpasar Bali, merupakan pemrakarsa dalam proses awal hingga akhir pembangunan Candi tersebut, mulai dari razio, tenaga, dan materialnya Nabe lah yang mengusahakan, lantas apa di lokasi wilayah Desa Kalangan tidak ada orang yang bisa dan mau di tokohkan ..??  adapun sebagai jawabannya : Jelas ada ….
Mulai dari  :  SUDIYATNO, TOTO SUWARNO, SUPARMAN DAN BABAHE SURATMAN   merupakan tokoh dan peran utama yang simpati , mau dan ikut terjun langsung dalam pembangunan juga menata struktur kepengurusannya,terbukti sampai sekarang Cuma figure figure itu yang stabil dalam posisi kepengurusan, banyak terjadi fenomena fenomena  pergantian pengurus, karena banyak orang juga yang ingin menduduki sebagai pimpinan dlam struktur Candi Untoroyono
Tapi semua nya kandas di tengah perjalanan, ganti lagi dan ganti lagi , akhirnya pada awal  tahun 2013 MPU NABE  memanggil orang orang yang dia anggap berpotensi dalam berktivitas di Candi  Untroyono tidak lain dan tidak bukan juga orng orang yang tercantum namanya diatas, disitu diadakan sebuah proses Regenerasi Pengurus , yang sebetulnya semua itu tidak layak kalau dikatakan saat sat regenerasi, karena yang menduduki jabatan pengurus merupakan wajah wajah lama dan pernah juga menjabat sebagai pengurus Candi,,

SUDIYATNO  yang juga seorang pejabat Perangkat Desa[ Kaur Pemerintahan] Desa Kalangan sempat  menorehkan apa yang terjadi pada saat terjadinya pembaharuan pengurus Candi itu pada saat  pertemuan antara Diyatno dengan ,, Informasi Jogja,, di sela sela kesibukannya juga dilaokasi Candi  situ,Bendahara Desa  Kalangan  yang satu ini yang baru dikaruniai seorang anak ini  lah yang dipercaya oleh Mpu Nabe untuk menjadi Ketua lagi,
TOTO SUWARNO  menjabat sebagai  sesepuhnya dan tokoh lain seperti SUPARMAN dan SURATMAN sebagai seksi keamanan juga Humasnya, semua ini dilengkapi pengurus lain yang berasal dari luar daerah Desa Kalangan, jadi sejak awal tahun 2013 Diyatno kembali menduduki jabatan  Ketua lagi, yang di bantu oleh kerabat dan pengurus yang lain, akhirnya pada setiap malem hari Selasa dan malem Jum”at  diadakan sebuah rithual  sembahyangan secara rutinitas. [KUS].

Gubernur: Jateng Siap Tuan Rumah PON 2020




(INFORMASI JOGJA) Magelang, Antara Jateng - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan provinsi ini siap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional pada 2020.

"Saya sampaikan pada publik, Jateng sedang mengusulkan menjadi tuan rumah PON 2020, maka kita tunjukkan bahwa aktivitas olahraga kita tinggi, venue-venue di Jateng siap, dan masyarakatnya mendukung, maka Jateng layak menjadi tuan rumah PON 2020," katanya di Magelang, Minggu.

Ia menyampaikan hal tersebut usai mengikuti acara "Gowes Bareng Gubernur Jateng" dari Alun-Alun Kota Magelang menuju Candi Borobudur Kabupaten Magelang berjarak sekitar 25 kilometer yang diikuti ribuan peserta.

Menurut dia, antusiasme masyarakat mengikuti olahraga bersepeda ini bisa menunjukkan bahwa masyarakat Jateng benar-benar mendukung Jateng sebagai penyelenggara PON 2020.

Ia mengatakan persiapan untuk menjadi tuan rumah PON luar biasa, sejumlah daerah seperti Semarang, Solo, magelang, Tegal sudah siap.

"Saya sudah keliling, seluruh venue sekarang lagi didokumentasikan untuk diberikan pada saat verifikasi," katanya.

Menurut Ganjar, beberapa kabupaten sampai dengan 2020 pelan-pelan sudah melakukan perbaikan seluruh venue.

"Kalau dikatakan apakah Jateng benar-benar siap, saya bilang tahun depan jadi kita siap, kalau perlu tahun depan dilaksanakan kita siap, karena venue yang ada hampir semuanya siap," katanya.

Ia mengatakan dengan kesipan venue tersebut sehingga nanti tinggal bicara kapasitas, cabang olahraga, dan tempatnya saja.

"Dukungan transportasi akomomodasi semuanya juga siap," katanya.

Ia berharap kegiatan "Gowes Bareng Gubernur Jateng" bisa berputar ke daerah lain. Hari ini Magelang, bulan depan bisa di Banyumas, kemudian bulan depannya lagi di Solo dan seterusnya.

"Spirit olahraga ini bisa kita tunjukkan kepada Jakarta bahwa Jateng siap menjadi tuan rumah PON 2020. Saya minta pada masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif dan kita tingkatkan semangat olahraga," katanya.